Siapa Penemu Televisi dan Bagaimana Perkembangannya dari Masa ke Masa?

Menikmati tayangan menarik melalui televisi bersama keluarga merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Selain meningkatkan kebersamaan, kegiatan menonton televisi jadi makin seru kalau menggunakan smart TV dengan layar yang besar dan suara yang jernih. Terima kasih penemu televisi karena membuat keluarga modern bisa menikmati hiburan bermakna di rumah!

Sejak pertama ditemukan, televisi telah mengalami perkembangan panjang. Televisi yang dipakai oleh kakek dan nenek Sobat AQUA, puluhan tahun lalu sangat berbeda dengan smart TV yang banyak diminati saat ini.

Untuk menambah wawasan mengenai produk favorit keluarga ini, yuk, simak informasi mengenai penemu TV dan perkembangan televisi dari masa ke masa.

Berkenalan dengan Tokoh Penemu Televisi

Bila ditelusuri secara detail, sejarah penemuan televisi bisa mundur sampai saat Samuel F.B. Morse menciptakan telegraf, yaitu alat untuk mengirimkan pesan ke tempat yang jauh dengan menggunakan kawat dan kekuatan listrik. Ini karena produk televisi seperti yang kita tahu sekarang merupakan gabungan dari berbagai penemuan teknologi optik, mekanik, dan elektronik yang bertujuan merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual.

Kata ‘televisi’ sendiri merupakan perpaduan dari dua kata, yaitu tele (jauh) dan vision (penglihatan). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, televisi adalah suatu sistem penyiaran gambar yang mengubah gambar atau bunyi menjadi gelombang listrik, lalu diubah kembali menjadi cahaya atau gambar dengan bunyi yang dapat didengar.

Dari sekian nama ilmuwan yang kerap dikaitkan dengan penemuan televisi, tokoh penemu televisi yang paling sering disebut adalah insinyur asal Skotlandia, John Logie Baird dan Philo Farnsworth dari Amerika Serikat.

Baird adalah orang pertama yang memperkenalkan konsep ‘objek atau gambar bergerak’ yang akan menjadi cikal bakal cara kerja televisi. Dalam gagasan televisi milik Baird, ia menggunakan Nipkow disc, yaitu cakram besar dengan beberapa lubang yang mengitarinya. Cakram ini ditemukan oleh ilmuwan Jerman yang bernama Paul Nipkow.

Baird pertama kali mendemonstrasikan televisi temuannya di hadapan 50 ilmuwan di London pada 1927. Pada 1928, ia berhasil mengembangkan temuannya menjadi televisi yang menampilkan gambar dengan objek dan warna yang lebih mendekati wujud asli. Namun, konsep televisi buatan Baird kala itu belum sempurna. Gambarnya masih sederhana, buram, dan berbayang.

Sementara itu, Farnsworth memiliki ide tentang tabung vakum yang dapat membedah gambar menjadi garis, kemudian mengirimkan garis tersebut dan mengubahnya kembali menjadi gambar sejak masih remaja. Ia menyelesaikan prototipe sistem televisi elektronik pertamanya pada 1927, di usia 21 tahun, berdasarkan ide awalnya yang disebut image dissector.

Tabung image dissector ciptaan Farnsworth pada waktu itu bisa dibilang bekerja cukup baik. Hanya, penemuan Farnsworth itu masih membutuhkan banyak cahaya untuk menangkap bentuk objek.

Pada saat yang sama, ada beberapa ilmuwan lain yang juga sedang mengembangkan teknologi serupa, salah satunya bernama Vladimir Zworykin dari Amerika Serikat. Farnsworth sempat terlibat konflik perebutan hak paten penemu televisi yang sebenarnya dengan Zworykin.

Pada 1934, pengadilan memihak Farmsworth dan memenangkannya sebagai pemegang hak paten sistem televisi elektronik. Pengadilan juga memutuskan perusahaan tempat Zworykin bekerja, perusahaan asal Amerika Serikat, Radio Corporation of America (RCA), harus membayar royalti kepada Farnsworth selaku pemenang atas hak paten sistem televisi elektronik sebesar 1 juta dollar.

Meski menerima royalti sebagai penemu TV, Farnsworth tidak lantas menjadi kaya raya. Beberapa tahun kemudian, dia mengalihkan fokus penelitiannya ke fisi nuklir.

Sejak pertama kali ditemukan, perkembangan televisi memang sudah sangat jauh. Awalnya hanya bisa menampilkan gambar hitam putih, televisi masa kini bisa menampilkan gambar berwarna yang jernih dengan resolusi yang sangat tinggi.

Bagaimana perubahan televisi sejak pertama diperkenalkan hingga hari ini? Yuk, simak ceritanya!

  1. Era Televisi Analog

Penemu televisi pertama hanya mampu menghasilkan gambar hitam putih. Pada 1954, RCA mulai memproduksi televisi berwarna yang dinamai CT-100 yang memiliki layar 12 inci.

Pada pertengahan 1960-an, Jepang mulai mengembangkan teknologi pertelevisian dengan mengadopsi sistem televisi analog National Television System Committee (NTSC).

Ahli kelistrikan dan pelopor televisi asal Jerman yang bernama Walter Bruch mengembangkan phase alternating lines (PAL) pada 1967, yaitu sebuah encoding berwarna yang digunakan dalam dunia penyiaran. Pada 1970-an, teknologi NTSC dan PAL dipakai sebagai metode penyiaran di berbagai negara.

Inovasi pada teknologi televisi terus bermunculan. Pada 1970-an pula mulai diperkenalkan teknologi video cassette recorder (VCR) yang dapat merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.

1. Peralihan Televisi Analog ke Digital

Sistem televisi digital pertama di dunia muncul pada 1990. General Instrument Corporation (GI) adalah perusahaan pertama yang memperkenalkan sistem ini. Warna pada layar televisi digital memiliki kualitas lebih cemerlang karena mampu menampilkan 1.080-line. Ini adalah awal kemunculan sistem High Definition Television (HDTV) yang menampilkan gambar yang jauh lebih jernih dibandingkan produk-produk televisi sebelumnya. Sistem HDTV ini yang kini digunakan sebagai dasar untuk merancang teknologi televisi pandai atau smart TV.

Di Indonesia, migrasi televisi analog ke digital, atau disebut Analog-Switch-Off, mulai dijalankan pada 17 Agustus 2021. Namun, Pemerintah Indonesia menundanya hingga 31 April 2022 karena situasi pandemi dan belum siapnya infrastruktur teknis.

2. Televisi Digital

Pada 1990-an, perkembangan teknologi televisi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Muncul televisi dengan berbagai model yang tentunya lebih canggih. Berikut beberapa istilah yang muncul pada era televisi digital:

  • Cathode-Ray Tube (CRT) atau dikenal juga dengan sebutan TV tabung.
  • TV plasma atau Plasma Display Panel (PDP) merujuk kepada televisi dengan teknologi layar datar ukuran besar (di atas 42 inci).
  • TV Rear Projection CRT, yaitu televisi yang berukuran lebih besar yang menggabungkan proyektor dan layar ke dalam satu kotak. Proyektor kemudian memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.
  • TV LCD adalah televisi dengan teknologi Liquid Crystal Display (LCD). Televisi ini menggunakan sejenis kristal cair pada layarnya, yang bekerja saat menerima aliran listrik.
  • TV LED, yaitu televisi yang menggunakan teknologi Light-Emitting Diode (LED) sebagai cahaya latar, menggantikan fluorescent lamp pada TV LCD.

Smart TV, yaitu televisi LED yang memiliki prosesor tambahan seperti komputer. Smart TV dilengkapi banyak software dan aplikasi sehingga dapat digunakan untuk mengakses internet serta layanan online seperti pesan instan, media sosial, dan video streaming.

Mengapa Pilih Smart TV?

Peran televisi kini makin luas. Pada awal penemuannya, televisi lebih banyak dimanfaatkan sebagai media penyebaran informasi. Namun, di era televisi digital saat ini, televisi lebih diminati sebagai media untuk menampilkan tayangan hiburan, terutama yang terhubung dengan internet—mulai dari film, konser musik, kompetisi olahraga, laporan berita, dan lain-lain. Televisi digital seperti smart TV juga bahkan dapat diakses melalui ponsel pintar.

Berikut beberapa alasan yang mendorong masyarakat semakin meminati smart TV daripada TV biasa:

  • Sumber hiburan yang melimpah

Dengan smart TV, Sobat AQUA dapat memperoleh hiburan bukan hanya dari stasiun televisi. Karena smart TV terkoneksi dengan internet, Anda bisa menonton tayangan dari channel atau platform yang biasanya diakses di laptop atau ponsel pintar.

  • Bisa mengunduh aplikasi

Sama seperti di ponsel pintar, smart TV juga bisa mengunduh sejumlah aplikasi dari toko aplikasi online. Dengan layar yang sangat lebar, pengalaman menonton atau melihat gambar di smart TV tentu jauh lebih memuaskan ketimbang di ponsel atau laptop.

  • Terintegrasi dengan sistem smart home

Bagi Anda yang menggunakan sistem smart home di rumah, smart TV merupakan salah satu perangkat yang dapat diintegrasikan ke dalam jaringan smart home tersebut. Selain untuk menonton tayangan, smart TV juga bisa digunakan untuk menyalakan atau mematikan lampu, menonton rekaman kamera keamanan, mengontrol termostat, dan lain-lain.

Berkat berbagai keunggulan tersebut, peminat Smart TV terus meningkat. Menurut data Strategy Analytics pada akhir 2020, sekitar 34% rumah tangga di seluruh dunia (lebih dari 665 juta) memiliki smart TV. Diperkirakan, sebanyak 51% rumah tangga di seluruh dunia atau sekitar 1,1 miliar rumah, akan memiliki smart TV pada 2026.

Android TV LE32AQT6600G Hadirkan Kualitas Tontonan Sekelas Bioskop

Salah satu kenikmatan menonton televisi dapat terpenuhi melalui layarnya yang lebar. Anda bisa mendapatkan sensasi ini bila menggunakan televisi seri LE32AQT6600G persembahan dari AQUA Japan. Android Smart TV ini berukuran 32 inci dan dilengkapi Smart AI Google Assistant dengan Android Device IoT Hub.

Sebagai Android TV Smart AI, televisi LE32AQT6600G memberikan kualitas tampilan dan suara yang makin jernih, lengkap dengan fitur operasional yang makin canggih. Bluetooth Connectivity yang menyertai TV ini dapat menghubungkan TV dengan speaker portabel atau perangkat lain yang kompatibel. Selain mendapatkan kualitas gambar dan suara yang super, kegiatan menonton televisi Anda dan keluarga juga makin nyaman karena dukungan Android Device IoT Hub.

Fitur Android Device IoT Hub menjadikan smart TV LE32AQT6600G sebagai pusat ekosistem digital karena semua perangkat pintar di rumah dapat dikontrol secara optimal. Ditambah fitur Chromecast built-in, Anda dan keluarga juga dapat menayangkan berbagai video, foto, atau gambar di ponsel pintar ke layar TV yang lebih besar. Anda juga dapat dengan mudah men-download berbagai aplikasi streaming maupun konten favorit ke dalam layar TV melalui Google Playstore.

Luar biasa, bukan? Karena kegiatan menonton televisi bukan sekadar melihat tayangan di layar elektronik. Lebih dari itu, televisi kini menjadi perangkat pintar yang dapat menghadirkan informasi dan hiburan bagi keluarga dengan kualitas sekelas bioskop. Sekali lagi kita perlu berterima kasih kepada penemu televisi karena memungkinkan kita untuk bisa merasakan hiburan berkualitas dari rumah.

Yuk, kunjungi www.aquajapanid.com atau klik di sini untuk informasi selengkapnya!

References:


AQUA JAPAN PRODUCT SERVICE & SUPPORT

Kami dapat membantu menjawab pertanyaan seputar produk, perawatan, penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan produk AQUA JAPAN Anda.

LIVE CHAT

Senin - Jumat
07:00 - 19:00 WIB
Sabtu, Minggu & Hari Libur
08:00 - 17:00 WIB

CALL CENTER
BEBAS PULSA
0800 1 003 003

Senin - Jumat
07:00 - 19:00 WIB
Sabtu, Minggu & Hari Libur
08:00 - 17:00 WIB

SMS & Whatsapp

0858-1000-3003

EMAIL

custcare@haier.co.id